Sabtu, 09 Maret 2013

TKW Di Taiwan Dipaksa Melayani 10Laki-laki..!! Hallow…Ada Demo Tidak Ya di Jakarta??

13095548821819507978
Satu lagi cerita pilu dikisahkan seorang tenaga kerja wanita (TKW). Sarah, bukan nama sebenarnya, perempuan asal Tulungagung, Jawa Timur, menjadi korban rudapaksa (pemerkosaan) di Taiwan.
Sarah yang baru bekerja setahun di Taiwan, dipaksa majikannya untuk melayani 10 laki-laki.
Selama bekerja di Kota Hsincu, tidak ada masalah yang dia hadapi. Namun setelah dipindah majikan dan agennya ke Hualien, masalah mulai muncul. Di kota itu, Sarah dijual oleh agen ke seorang majikan. Korban disuruh menandatangai kontrak kerja yang bahasanya sama sekali tidak dia pahami.
“Di majikan barunya di Hualien ini dia dipaksa untuk melayani laki-laki. Laporan Sarah ke Kemenakertrans, dia sudah dipaksa melayani enam laki-laki,” kata Direktur Program Migrant Institute Ali Yasin kepada okezone, Jumat (1/7/2011).
Saat diajak berdialog oleh relawan Migrant Institute, Sarah mengaku juga melayani empat laki-laki lainnya. Empat laki-laki tersebut merupakan majikan baru lainnya di Hualien.
“Hingga kini kami belum mendapatkan informasi berapa kali Sarah pindah majikan,” sambung Ali.
Di rumah majikan baru itu, Sarah dirudapaksa oleh empat orang di ruang tamu, termasuk di antaranya menantu sang majikan. Bahkan menantu itu sempat merekam kejadian itu.
“Dari hasil visum dokter didapati bahwa alat kelamin Sarah rusak. Setiap kali mencoba menceritakan kasusnya, Sarah selalu pingsan,” sambung Ali.
Ali menambahkan, kasus ini membuktikan bahwa kisah yang dialami TKI di negara-negara Asia Timur tidak kalah memilukan dibanding dengan negara-negara Timur Tengah.
Negara tujuan TKI seperti Hong Kong, Taiwan, dan Macau pun berisiko bagi TKI. “Migrant Institute masih memberikan pendampingan untuk Sarah,” tutup Ali.
===========================================================================
Mau tanya..coba pada berani demo gak sama perwakilan negara  Taiwan di jakarta..?tuh para aktivis dan juga para politisi..kok pada mingkem semua..?apa karena asia pacific lebih mulia dari pada saudi arabia??
Kalo sama saudi arabia..kan gencar banget beritanya..tapi kalo terjadi kasus di asia pacific pada cuek saja..padahal di sana kan lebih mengerikan juga..para tkw yg muslim harus memasak daging (maaf )babi dan kodok buat majikannya..!(maaf ya para tki di aspac..)tapi ini nyata kan..!
Walo berat hati mereka tetep melaksanakan karena mau apa lagi??ini kan resiko kerja belum lagi potongan gaji yg sampai 7bulan dari agen..memang sih perlindungan buruh lebih baik di aspac..tapi ya begitulah ini kendala utamanya..kalo masalah biaya gak tau gratis atau tidak..dengar2 kalo prt sih gratis dan kena potong 7bulan..!
Tapi saya baca untukl tkl biayanya mahal banget sampai 40juta..untuk hanya bekerja di pabrik dengan gaji sekitar 5juta/bulan..belum lagi masa kontrak yg sangat singkat hanya 2tahun,boleh tambah satu tahun kalo kita bagus..ini untuk taiwan..!selain itu syarat2 lainya ketat..minimal smp untuk cewek sementara cowok juga sma..!
Jadi intinya tak ada yg mudah untuk bekerja di luar negri sebagai tki..semua perlu perjuangan..ke timur tengah juga perlu keberanian lebih..sama saja..kan..!?cuma sangat disayangkan jika pengirman tkw ke saudi arabia di hentikan..padahal gaji lumayan..hanya saja kelemahanya adalah tidak ada shelter atau rumah singgah atau agen..ini yg harus diperjuangkan oleh pemerintah RI,bikin shelter  tapi yg gratis  jangan macam yg ke asia pacifik..semua kena potong..kasihan para tki/w..!
Satu lagi padahal ke saudi arabia biaya gratis untuk tkw,persyaratan asal sehat..gak tamat sd juga gak masalah,mau kerja sampai 25tahunpun boleh..beda dg ke taiwan yg sepertinya buat arisan atau ladang bisnis oleh agen dan pjtki..sementara ke saudi arabia..tidak ada hal semacam ini..!hanya saja masalah utama adalah..libur dan shleter yg tidak ada..!..mungkin pemerintah RI..perlu berunding dg pihak saudi arabia..perluanya shelter ini..beserta kemudahnya bisa tukar tkw jika ada masalah tanpa harus tanazul/pindah majikan yg mahal biayanya..maksudnya pindah tapi dg negoisasi yg murah biaya pindahnya..karena demi kepentingan ke dua belah pihak..!
Saya menulis ini bukan pro pengiriman tkw ke saudi arabia atau luar negri,tapi semata-mata memperjuangakan kaum terpinggirkan orang2 desa yag mau merubah nasib masa depannya..!
Idealnya sih.. tidak ada pengirman tkw/prt keluar negri..tapi hukum pasar berlaku di era globalisasi ini..mereka tidak akan pergi ke luar negri sebagai tkw jika di negrinya tercukupi sandang pangan dan papan..lapangan kerja yg sesuai dg kebutuhan hidupnya,contoh saja malaysia..nenek-nenek usia diatas 50 tahun..masih laku kerja di pabrik sebagai operator(mungkin kalo di indonesia umur segini nasibnya cuma disuruh mengasuh cucu atau cari kutu rambut saja)..karena disana..pabrik dimana2 ada dan semua membutuhkan tenaga kerja..gaji juga cukup utk memenuhi kebutuhan hidupnya malah lebih,begitupun disaudi arabia..gaji orang arab..gaji sebulan bisa di makan untuk 2tahun..ini yg tidak di dapat bila kerja di indonesia..gaji satu bulan hanya cukup untuk 10 hari..nah gimana gak eksodus ke luar negri??boro2 mau nabung buat masa depan..asal gak dipecat saja sudah untung..itulah nasib buruh kecil di indonesia..!
Salam..tki!

Tidak ada komentar: